Jakarta — PT AEN Murtic Zaya Group melalui produknya Aplikasi Hijao resmi memulai implementasi perdananya di wilayah Jakarta sebagai langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis teknologi dan masyarakat.
Dalam fase awal operasional, Hijao mencatat capaian produksi pengelolaan sampah sebesar ±3 ton per minggu. Volume ini berasal dari aktivitas pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah rumah tangga yang dilakukan secara konsisten setiap hari di titik implementasi. Jika ditarik dalam skala bulanan, angka tersebut setara dengan ±12 ton sampah, dan berpotensi mencapai lebih dari ±150 ton per tahun dalam satu wilayah operasional.
Data ini menunjukkan bahwa intervensi di tingkat hulu memiliki dampak signifikan dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan asumsi rata-rata komposisi sampah perkotaan di Indonesia terdiri dari 50–60% organik dan 30–40% anorganik bernilai, maka dari total 3 ton per minggu tersebut, Hijao berpotensi mengoptimalkan:
- ±1,5–1,8 ton sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau produk turunan lainnya
- ±0,9–1,2 ton sampah anorganik untuk didaur ulang dan masuk kembali ke rantai ekonomi sirkular
Implementasi ini juga memperlihatkan pola perubahan perilaku masyarakat. Dengan pendekatan berbasis aplikasi, proses pengelolaan sampah tidak lagi bersifat pasif (buang-angkut), melainkan aktif dan terukur mulai dari pengolahan di sumber, pencatatan, hingga monitoring.
Secara operasional, Hijao tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi dari limbah. Setiap kilogram sampah yang berhasil dipilah dan dikelola dengan benar memiliki potensi untuk dikonversi menjadi nilai tambah, baik dalam bentuk produk daur ulang maupun insentif ekonomi bagi masyarakat.
Lebih jauh, capaian ini menjadi validasi awal bahwa model integrasi yang dipilih Hijao antara teknologi, komunitas, dan sistem operasional lapangan dapat berjalan secara efektif. Dengan rata-rata ±400–500 kg sampah per hari yang dikelola.
Ke depan, PT AEN Murtic Zaya Group dengan Hijao-nya menargetkan perluasan implementasi ke berbagai wilayah lainnya, dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak.
Implementasi perdana ini bukan sekadar uji coba, melainkan langkah awal menuju transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan di Indonesia.