Implementasi Perdana Hijao di Jakarta: Dari Uji Coba Menjadi Gerakan Nyata Berbasis Data

Implementasi perdana Aplikasi Hijao di Jakarta menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi dan komunitas dapat berjalan efektif, dengan capaian sekitar 3 ton per minggu. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga mengubah sampah menjadi bernilai, sekaligus membuka potensi untuk diperluas sebagai solusi berkelanjutan.

Admin Hijao

Author

20 March 2023

10:07 WIB

2 menit

Waktu baca

Implementasi Perdana Hijao di Jakarta: Dari Uji Coba Menjadi Gerakan Nyata Berbasis Data

Jakarta — PT AEN Murtic Zaya Group melalui produknya Aplikasi Hijao resmi memulai implementasi perdananya di wilayah Jakarta sebagai langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis teknologi dan masyarakat.

Dalam fase awal operasional, Hijao mencatat capaian produksi pengelolaan sampah sebesar ±3 ton per minggu. Volume ini berasal dari aktivitas pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah rumah tangga yang dilakukan secara konsisten setiap hari di titik implementasi. Jika ditarik dalam skala bulanan, angka tersebut setara dengan ±12 ton sampah, dan berpotensi mencapai lebih dari ±150 ton per tahun dalam satu wilayah operasional.

Data ini menunjukkan bahwa intervensi di tingkat hulu memiliki dampak signifikan dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan asumsi rata-rata komposisi sampah perkotaan di Indonesia terdiri dari 50–60% organik dan 30–40% anorganik bernilai, maka dari total 3 ton per minggu tersebut, Hijao berpotensi mengoptimalkan:

  • ±1,5–1,8 ton sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau produk turunan lainnya
  • ±0,9–1,2 ton sampah anorganik untuk didaur ulang dan masuk kembali ke rantai ekonomi sirkular

Implementasi ini juga memperlihatkan pola perubahan perilaku masyarakat. Dengan pendekatan berbasis aplikasi, proses pengelolaan sampah tidak lagi bersifat pasif (buang-angkut), melainkan aktif dan terukur mulai dari pengolahan di sumber, pencatatan, hingga monitoring.

Secara operasional, Hijao tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga pada peningkatan nilai ekonomi dari limbah. Setiap kilogram sampah yang berhasil dipilah dan dikelola dengan benar memiliki potensi untuk dikonversi menjadi nilai tambah, baik dalam bentuk produk daur ulang maupun insentif ekonomi bagi masyarakat.

Lebih jauh, capaian ini menjadi validasi awal bahwa model integrasi yang dipilih Hijao antara teknologi, komunitas, dan sistem operasional lapangan dapat berjalan secara efektif. Dengan rata-rata ±400–500 kg sampah per hari yang dikelola.

Ke depan, PT AEN Murtic Zaya Group dengan Hijao-nya menargetkan perluasan implementasi ke berbagai wilayah lainnya, dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak.

Implementasi perdana ini bukan sekadar uji coba, melainkan langkah awal menuju transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel Terkait

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan PT AEN Murtic Zaya Group menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Melalui konsep living laboratory dan konsep ekonomi regeneratif seperti di Desa Batur, kolaborasi ini menggabungkan ilmu, teknologi, dan praktik lapangan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang bersama Kepala Desa Batur menegaskan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif oleh AEN melalui Aplikasi Hijao. Di tengah tantangan nasional seperti tingginya volume sampah dan ketergantungan pada TPA, solusi terintegrasi ini dinilai berpotensi besar sebagai upaya berkelanjutan mengatasi permasalahan sampah.

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi pengelolaan sampah AEN di Desa Batur menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi BBM alternatif. Hal ini sekaligus menjawab dua tantangan nasional sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan energi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, inovasi berbasis ekonomi regeneratif ini menjadi solusi nyata yang berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menyediakan solusi untuk sumber energi berkelanjutan.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.