Dari Hulu ke Hilir, Dari Dapur ke TPA

Di Bantar Gebang, sampah tidak lagi sekadar benda yang dibuang, ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat Tim Hijao turun langsung ke lapangan dan bertemu Pak Harno, satu hal menjadi nyata: di balik setiap sampah yang kita hasilkan, ada proses panjang dan perjuangan yang jarang kita lihat. Dari sinilah pemahaman itu tumbuh bahwa perubahan harus dimulai dari sumbernya.

Admin Hijao

Author

26 July 2023

16:14 WIB

2 menit

Waktu baca

Dari Hulu ke Hilir, Dari Dapur ke TPA

Di bawah atap sederhana yang disangga bambu, di tengah panas dan aroma menyengat yang tak pernah benar-benar pergi, percakapan itu terjadi, tenang namun penuh makna.

Hari itu 25 Juli 2023, Tim Hijao berdiri tidak sebagai pengamat, tetapi sebagai pembelajar. Di hadapan mereka, tumpukan sampah bukan lagi sekadar “limbah”, melainkan realitas hidup yang setiap hari dihadapi oleh orang-orang seperti Pak Harno, pelaku usaha daur ulang di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Pak Harno tidak banyak bicara tentang teori. Tangannya yang terlatih, lingkungannya yang penuh tumpukan sampah daur ulang, dan rutinitasnya yang berulang setiap hari, itulah penjelasan paling jujur tentang bagaimana sistem pengelolaan sampah bekerja di lapangan.

Di tempat itu, satu hal menjadi sangat jelas:

bahwa sampah tidak pernah benar-benar hilang.

Ia berpindah. Dari rumah ke TPS. Dari TPS ke TPA. Dari TPA… ke tangan-tangan yang berusaha menyelamatkan sebagian kecil nilainya.

Tim Hijao menyaksikan langsung bagaimana proses pemilahan dilakukan dengan keterbatasan. Bagaimana nilai ekonomi dari sampah hanya bisa diambil jika dipilah dengan benar. Dan bagaimana sebagian besar lainnya tetap berakhir menjadi beban lingkungan.

Bantar Gebang bukan sekadar tempat. Ia adalah cermin.

Cermin dari kebiasaan kita yang belum baik. Dan dari peluang besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Dari kunjungan itu, Hijao tidak hanya membawa pulang data atau hasil survei. Mereka membawa pulang perspektif.

Bahwa solusi tidak bisa hanya dibangun dari atas, dari kebijakan, atau teknologi semata. Solusi harus dimulai dari kebiasaan dan kesadaran setiap individu.

Karena di balik setiap kantong sampah yang kita buang, ada perjalanan panjang…

dan ada orang-orang seperti Pak Harno yang menjadi bagian dari cerita yang jarang kita lihat.

Dan dari sanalah, komitmen Hijao semakin kuat:

menghubungkan yang terputus, memperbaiki yang belum berjalan, dan menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan PT AEN Murtic Zaya Group menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Melalui konsep living laboratory dan konsep ekonomi regeneratif seperti di Desa Batur, kolaborasi ini menggabungkan ilmu, teknologi, dan praktik lapangan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang bersama Kepala Desa Batur menegaskan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif oleh AEN melalui Aplikasi Hijao. Di tengah tantangan nasional seperti tingginya volume sampah dan ketergantungan pada TPA, solusi terintegrasi ini dinilai berpotensi besar sebagai upaya berkelanjutan mengatasi permasalahan sampah.

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi pengelolaan sampah AEN di Desa Batur menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi BBM alternatif. Hal ini sekaligus menjawab dua tantangan nasional sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan energi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, inovasi berbasis ekonomi regeneratif ini menjadi solusi nyata yang berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menyediakan solusi untuk sumber energi berkelanjutan.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.