Belajar dari Bank Sampah, Kolaborasi untuk Masa Depan Pengelolaan Sampah

Saat Tim Hijao mengunjungi Bank Sampah Persatuan dan bertemu Pak Rahmat bersama ibu-ibu PKK, terlihat jelas bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebiasaan yang dijalankan dengan kesadaran dan kebersamaan.

Admin Hijao

Author

11 July 2022

10:04 WIB

2 menit

Waktu baca

Belajar dari Bank Sampah, Kolaborasi untuk Masa Depan Pengelolaan Sampah

Jakarta Timur, Tim Hijao tidak datang membawa jawaban, mereka datang untuk belajar, mendengar, dan membangun bersama. Di Bank Sampah Persatuan, mereka disambut bukan sekadar sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari gerakan yang sama. Pak Rahmat Ketua Bank Sampah Persatuan, bersama Tim Dasa Wisma dan ibu-ibu PKK, menyambut dengan senyum yang mencerminkan satu hal penting: kepedulian yang sudah tumbuh dari dalam masyarakat itu sendiri.

Di tempat ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah semata. Ia telah berubah menjadi kebiasaan baik, menjadi aktivitas bersama, bahkan menjadi nilai ekonomi yang dikelola dengan penuh kesadaran. Tangan-tangan yang setiap hari mengurus rumah tangga, kini juga menjadi penggerak perubahan lingkungan.

Percakapan yang terjadi bukan tentang teori besar, melainkan tentang praktik nyata, tentang bagaimana memilah sampah, bagaimana menjaga konsistensi, dan bagaimana membangun kesadaran di tengah masyarakat. Dari sinilah Tim Hijao melihat sesuatu yang sangat berharga: solusi itu sudah ada, tumbuh dari komunitas, hanya perlu diperkuat dan dihubungkan.

Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Ia menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan potensi yang telah berjalan, sekaligus mempersiapkan uji coba Aplikasi Hijao, sebuah upaya untuk mengintegrasikan sistem, memperluas dampak, dan menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengelola sampah.

Karena perubahan yang berkelanjutan tidak bisa dibangun sendirian.

Ia lahir dari kolaborasi antara teknologi dan kebiasaan, antara sistem dan masyarakat.

Artikel Terkait

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan PT AEN Murtic Zaya Group menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Melalui konsep living laboratory dan konsep ekonomi regeneratif seperti di Desa Batur, kolaborasi ini menggabungkan ilmu, teknologi, dan praktik lapangan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang bersama Kepala Desa Batur menegaskan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif oleh AEN melalui Aplikasi Hijao. Di tengah tantangan nasional seperti tingginya volume sampah dan ketergantungan pada TPA, solusi terintegrasi ini dinilai berpotensi besar sebagai upaya berkelanjutan mengatasi permasalahan sampah.

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi pengelolaan sampah AEN di Desa Batur menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi BBM alternatif. Hal ini sekaligus menjawab dua tantangan nasional sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan energi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, inovasi berbasis ekonomi regeneratif ini menjadi solusi nyata yang berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menyediakan solusi untuk sumber energi berkelanjutan.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.