Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang bersama Kepala Desa Batur menegaskan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif oleh AEN melalui Aplikasi Hijao. Di tengah tantangan nasional seperti tingginya volume sampah dan ketergantungan pada TPA, solusi terintegrasi ini dinilai berpotensi besar sebagai upaya berkelanjutan mengatasi permasalahan sampah.

Admin Hijao

Author

25 February 2026

15:33 WIB

3 menit

Waktu baca

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Upaya transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi regeneratif yang dijalankan PT Aen Murtic Zaya Group melalui Aplikasi Hijao mendapat perhatian langsung dari pemangku kebijakan daerah. Hal ini ditunjukkan melalui kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Bapak Rizka Dwi Prasetyo, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Semarang 4 meliputi Getasan, Tengaran, Susukan, dan Kaliwiro, bersama Kepala Desa Batur, Bapak Radix Wahyu Dwi Yuni Ariadi.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif yang telah diimplementasikan oleh AEN di Desa Batur. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sistem pengolahan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaatan teknologi yang terintegrasi melalui Aplikasi Hijao.

Berdasarkan data, Indonesia menghasilkan lebih dari 30 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 35–40% di antaranya belum terkelola secara optimal. Tantangan utama yang dihadapi saat ini tidak hanya pada volume yang besar, tetapi juga pada keterbatasan infrastruktur pengolahan, serta ketergantungan yang tinggi terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kapasitasnya semakin terbatas. Selain itu, masih minimnya integrasi sistem dan pemanfaatan teknologi menyebabkan proses pengelolaan sampah belum efisien dan sulit dimonitor secara menyeluruh.

Di tingkat daerah, Kabupaten Semarang sebagai bagian dari Provinsi Jawa Tengah juga menghadapi tekanan serupa. Dengan asumsi timbulan sampah 0,5–0,7 kg per orang per hari, wilayah dengan populasi puluhan ribu jiwa seperti di Semarang berpotensi menghasilkan puluhan bahkan ratusan ton sampah setiap harinya. Tanpa intervensi sistem yang tepat, kondisi ini berisiko menambah beban lingkungan, meningkatkan emisi, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, pendekatan yang dilakukan oleh AEN dinilai menjadi solusi strategis. Sistem ekonomi regeneratif yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada penciptaan nilai dari limbah melalui proses pengolahan dan pemanfaatan kembali, termasuk potensi konversi menjadi energi alternatif.

Bapak Rizka Dwi Prasetyo menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang telah dijalankan. Menurutnya, model ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, sebagai solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Senada dengan itu, Kepala Desa Batur, Bapak Radix Wahyu Dwi Yuni Ariadi, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung program ini agar dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, legislatif, dan sektor swasta seperti AEN menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berdaya guna.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa inovasi di tingkat lokal dapat menarik perhatian dan dukungan dari tingkat pengambil kebijakan. Dari Desa Batur, sebuah model pengelolaan sampah yang terintegrasi, berbasis teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan mulai menunjukkan dampaknya menuju solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik.

Artikel Terkait

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan PT AEN Murtic Zaya Group menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Melalui konsep living laboratory dan konsep ekonomi regeneratif seperti di Desa Batur, kolaborasi ini menggabungkan ilmu, teknologi, dan praktik lapangan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi pengelolaan sampah AEN di Desa Batur menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi BBM alternatif. Hal ini sekaligus menjawab dua tantangan nasional sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan energi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, inovasi berbasis ekonomi regeneratif ini menjadi solusi nyata yang berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menyediakan solusi untuk sumber energi berkelanjutan.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.