IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

IPB University dan PT AEN Murtic Zaya Group menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Melalui konsep living laboratory dan konsep ekonomi regeneratif seperti di Desa Batur, kolaborasi ini menggabungkan ilmu, teknologi, dan praktik lapangan untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Admin Hijao

Author

21 April 2026

15:00 WIB

2 menit

Waktu baca

IPB University dan AEN Bangun Aliansi Strategis: Dorong Ekonomi Regeneratif untuk Atasi Krisis Sampah Nasional

Bogor — Di tengah meningkatnya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah nasional, IPB University dan PT Aen Murtic Zaya Group (AEN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk mengembangkan konsep ekonomi regeneratif berbasis pengelolaan sampah terintegrasi. Kolaborasi ini tidak hanya menandai sinergi antara dunia akademik dan industri, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.

Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni, Prof Iskandar Z Siregar, menegaskan bahwa isu waste and sanitation perlu ditangani secara kolaboratif.

“Waste and sanitation menjadi isu utama yang perlu kita dorong bersama melalui komunikasi dan kerja sama lintas sektor,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran konsep living laboratory yang menjadi pendekatan khas IPB University dalam menjembatani teori dan praktik.

Menurut Prof Iskandar, ekonomi regeneratif yang telah digagas dan dikembangkan oleh AEN menjadi kunci karena tidak berhenti pada pengelolaan limbah, tetapi juga memulihkan ekosistem dan memperkuat sistem produksi.

Dalam kerangka tersebut, konsep ekonomi regeneratif dinilai memiliki relevansi tinggi karena tidak hanya berorientasi pada pengelolaan limbah, tetapi juga pada pemulihan ekosistem dan penguatan sistem produksi. Pendekatan ini memungkinkan transformasi kawasan yang sebelumnya terdampak limbah menjadi ruang produktif yang mendukung sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

Ia menambahkan bahwa model tersebut telah diimplementasikan di Desa Batur, Kabupaten Semarang, sebagai bentuk uji nyata di tingkat komunitas. Di wilayah tersebut, sistem pengelolaan sampah telah bergeser dari pola konvensional menuju pendekatan yang lebih produktif, di mana sampah diolah menjadi kompos, pakan ternak, dan bahan bakar alternatif, sehingga hanya menyisakan residu.

Direktur Utama PT Aen Murtic Zaya Group, A’enul Ghury, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam membangun sistem ekonomi yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan.

Sebagai penguat sistem, AEN juga menghadirkan Aplikasi Hijao, sebuah platform digital yang mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan sampah. Aplikasi ini memungkinkan keterhubungan antara masyarakat, pengelola, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem berbasis data, sehingga meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan.

Menutup rangkaian pernyataannya, A’enul Ghury menegaskan makna penting dari kolaborasi ini.

“Hari ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Hari ini adalah titik temu antara ilmu pengetahuan, kebutuhan nyata di lapangan, dan peluang ekonomi masa depan Indonesia.”

Dengan komitmen bersama, IPB University dan AEN menargetkan perluasan implementasi model ini ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peralihan dari sistem ekonomi linear menuju pendekatan yang lebih regeneratif, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Artikel Terkait

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Lapangan Perkuat Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang

Kunjungan Anggota DPRD Kabupaten Semarang bersama Kepala Desa Batur menegaskan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi regeneratif oleh AEN melalui Aplikasi Hijao. Di tengah tantangan nasional seperti tingginya volume sampah dan ketergantungan pada TPA, solusi terintegrasi ini dinilai berpotensi besar sebagai upaya berkelanjutan mengatasi permasalahan sampah.

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi Nyata Hijao di Desa Batur Dukung Ketahanan Lingkungan dan Energi Nasional

Implementasi pengelolaan sampah AEN di Desa Batur menunjukkan bahwa sampah dapat diolah menjadi energi BBM alternatif. Hal ini sekaligus menjawab dua tantangan nasional sekaligus: pengelolaan sampah dan ketahanan energi. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, inovasi berbasis ekonomi regeneratif ini menjadi solusi nyata yang berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menyediakan solusi untuk sumber energi berkelanjutan.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.