Dari Jakarta ke Batur: Menjawab Tantangan Sampah di Kota dan Desa

Desa Batur mulai bertransformasi mengurangi ketergantungan pada TPA dengan menjajaki kerja sama bersama PT AEN Murtic Zaya Group. Dengan potensi timbulan 15 ton sampah per hari, pendekatan terintegrasi melalui Aplikasi Hijao memungkinkan pengelolaan mandiri di tingkat desa dan berpotensi mengurangi tonase sampah per hari, sekaligus menciptakan sistem yang lebih tepat guna dan berkelanjutan.

Admin Hijao

Author

11 August 2025

10:36 WIB

2 menit

Waktu baca

Dari Jakarta ke Batur: Menjawab Tantangan Sampah di Kota dan Desa

Keberhasilan implementasi awal pengelolaan sampah berbasis teknologi oleh AEN di Jakarta kini mulai menarik perhatian daerah lain. Salah satunya adalah Desa Batur yang secara resmi mengundang AEN untuk menjajaki kerja sama dalam pengelolaan dan pengolahan sampah di wilayahnya. Desa Batur merupakan salah satu wilayah dengan cakupan area yang luas dan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Pemerintah Desa Batur menyoroti urgensi penanganan sampah yang semakin meningkat, sekaligus menyadari bahwa ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi menjadi solusi jangka panjang. Sistem angkut-buang yang selama ini berjalan justru berpotensi menimbulkan penumpukan, keterbatasan kapasitas lahan, serta dampak lingkungan yang lebih luas. Oleh karena itu, desa mulai diarahkan untuk bertransformasi mengelola sampah dari sumbernya dan mengurangi ketergantungan terhadap TPA secara bertahap.

Menjawab tantangan tersebut, PT AEN Murtic Zaya Group hadir dengan pendekatan sistem terintegrasi melalui Aplikasi Hijao. Pendekatan ini mencakup pengelolaan dan pengolahan di tingkat lokal, serta optimalisasi nilai ekonomi dari sampah. Dengan skema ini, sampah tidak lagi seluruhnya dibuang, tetapi diolah dan dimanfaatkan kembali. Hal ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun kemandirian desa dalam pengelolaan sampah sekaligus menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan.

Kunjungan dan penjajakan kerja sama ini menegaskan bahwa masa depan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur TPA, tetapi pada kemampuan setiap wilayah untuk mengelola sampahnya sendiri. Desa Batur kini berada di titik penting perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian, dari beban menjadi peluang.

Artikel Terkait

Dari Pembinaan Menuju Transformasi Berbasis Data

Dari Pembinaan Menuju Transformasi Berbasis Data

Pembinaan bank sampah di Kelurahan Bahagia (54 RW) menyoroti besarnya tantangan sampah di wilayah ini. Melalui sosialisasi Aplikasi Hijao, PT AEN Murtic Zaya Group mendorong pengelolaan berbasis teknologi dan komunitas.

Divisi Mechatronic AEN: Membangun Kedaulatan Teknologi dari Bengkel ke Sistem Terintegrasi

Divisi Mechatronic AEN: Membangun Kedaulatan Teknologi dari Bengkel ke Sistem Terintegrasi

Divisi Mechatronic AEN menjadi pusat inovasi teknologi yang mengintegrasikan mekanika, elektronika, dan sistem kontrol untuk menciptakan mesin pengolahan sampah yang efisien dan andal. Dengan kemampuan merancang hingga mengoperasikan sistem secara mandiri, AEN menunjukkan kedaulatan teknologi dalam mengelola bisnis pengolahan sampah dari hulu hingga hilir.

Dari Hulu ke Hilir, Dari Dapur ke TPA

Dari Hulu ke Hilir, Dari Dapur ke TPA

Di Bantar Gebang, sampah tidak lagi sekadar benda yang dibuang, ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat Tim Hijao turun langsung ke lapangan dan bertemu Pak Harno, satu hal menjadi nyata: di balik setiap sampah yang kita hasilkan, ada proses panjang dan perjuangan yang jarang kita lihat. Dari sinilah pemahaman itu tumbuh bahwa perubahan harus dimulai dari sumbernya.

Kami menghargai Privasi anda

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menganalisis penggunaan situs, dan menyediakan konten yang dipersonalisasi. Data Anda akan diproses sesuai dengan Kebijakan Privasi kami.